Kamis, 13 Oktober 2011

Penelitian Biologi Kelas XII IPA


PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP TANAMAN JAGUNG
Laporan Penelitian
Disusun untuk memenuhi tugas mata pelajaran Biologi.



Oleh:
1.      Ain Maigina                   ( 04 / XII IPA 2 )
2.      Dedy Susanto                ( 09 / XII IPA 2 )
3.      Ignatia Sherly D.K.        ( 15 / XII IPA 2 )
4.      Syagaf Satiawan S.S.T  ( 28 / XII IPA 2 )


SMA NEGERI 1 PURWOREJO
TAHUN 2011
Lembar Pengesahan

Laporan Penelitian
Judul               : Pengaruh Intensitaas Cahaya terhadap Tanaman Jagung
Penyusun         :
1.      Ain Maigina                   ( 04 / XII IPA 2 )
2.      Dedy Susanto                ( 09 / XII IPA 2 )
3.      Ignatia Sherly D.K.        ( 15 / XII IPA 2 )
4.      Syagaf Satiawan S.S.T  ( 28 / XII IPA 2 )

Disahkan pada
Hari, tanggal               : 
Tempat                        :  SMA Negeri 1 Purworejo


  Kepala SMA N 1 Purworejo                                     Guru Pembimbing


Dra. Hj. Budiastuti Sumaryanti, M.Pd.                      Dra. Kusnapsiyah
                     NIP 196010051987032006                                        NIP 196301081993032002



Kata Pengantar

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, karena atas rahman dan kehendak-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan penelitian ini.
Penelitian yang dilakukan selama 2 minggu terhadap tanaman jagung akhirnya telah dapat diambil kesimpulannya dan ditulis dalam sebha laporan. Semoga hal yang kami lakukan dan sampaikan dapat bermanfaat nantinya.
Sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan kami sebagai penyusun mohon maaf sebelumnya apabila ada yang kurang sesuai di paloran ini.
Terima kasih.








 Purworejo,   Oktober 2011

Penyusun
Daftar Isi
HALAMAN SAMPUL…………………………………………………………… i
HALAMAN JUDUL………………………………………………..…………… ii
PENGESAHAN…………………………………………………..……………... iii
KATA PENGANTAR…………………………………….…………………….. iv
DAFTAR ISI…………………………………………………...………………… v
BAB I PENDAHULUAN…………………………………..…………………… 1
A.    Latar Belakang……………………………………….…………………..  1
B.     Rumusan Masalah……………………………………….……………….  1
C.     Tujuan…………………………………………………….……………… 2
D.    Manfaat Penelitian…………………………………………………….…  2
E.     Ruang Lingkup Penelitian….…………………………………….….…… 2
BAB II LANDASAN TEORI………………………………………………..….. 3
A.    Landasan Teori……………………………………………..…………….. 3
B.     Hipotesis…………………………………………………..……………… 5
BAB III METODOLOGI PENELITIAN……...………………..………………..6
A.    Metode Penelitian ……………………………………….……………….. 6
B.     Populasi dan Sampel Penelitian……………………….......……………... 6
C.     Variabel Penelitian……………………………………………….………. 6
D.    Metode Pengumpulan Data………………………………………………. 7
E.     Teknik Analisis Data…………………………………………………...… 7
F.      Intrumen penelitian………………………………………………………. 7
BAB IV PEMBAHASAN……………………………………………………..… 9
A.    Table Penelitian……………………………………………………………9
B.     Pembahasan…...………………………………………………………….10
C.     Pembahasan secara Umum……………………………………………….12
BAB V PENUTUP………………………………………………………………14
A.    Simpulan……………………………………………………………..…..14
DAFTAR PUSTAKA…………………………………..………………...…...… vi
 
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Indonesia adalah negara tropis yang memiliki dua musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Indonesia juga di kenal sebagai negara agraris dimana sektor pertanian menjadi ujung tombak perekonomian. Pada musim penghujan para petani relatif mudah untuk melakukan perawatan bagi tanamannya, missal padi. Tapi pada musim  kemarau dimana air sulit di dapat para petani harus mengakalinya dengan mencari sumber pengairan baru atau mananam tanaman yang relatif mudah perawatannya saat jumlah air terbatas, misal tanaman palawija. Jagung termasuk dalam tanaman yang lebih mudah perawatannya dimana tidak terlalu membutuhkan air banyak.
Indonesia adalah negara yang mendapat sinar matahari cukup tiap tahunnya, mengingat Indonesia ada di kawasan katulistiwa. Intensitas pencahayaan terntunya juga mempengaruhi pertumbuhan jenis tanaman tertentu, misalnya jagung.
Pada penelitian kali ini kami memilih tanaman jagung karena tanaman ini banyak tersebar di Indonesia dan masyarakat pun sering mengolah jagung menjadi aneka makanan. Tentunya jagung yang memiliki kualitas lebih baik yang akan menghasilkan berbagai makanan yang baik pula. Dengan keadaan alam Indonesia yang sudah dijelaskan di atas mungkin banyak membuat tanaman kurang mendapat perlakuan yang baik sesuai dengan keadaannya. Dan dengan penelitian terhadap tanaman jagung ini kami ingin memaparkan sedikit pengaruh cahaya pada tanaman jagung.

B.     Rumusan Masalah
Berikut ini beberapa masalah yang akan terjawab dengan penelitian kami ini:
1.      Apa pengaruh cahaya terhadap perkecambahan biji jagung dan pertanamannya?
2.      Adakah perbedaan bentuk fisik (batang, daun, dan akar) pertanaman jagung pada intensitas cahaya yang berbeda?
3.      Bagaimana perbedaan yang terjadi pada tanaman satu dengan yang lain?

C.    Tujuan
Tujuan dari penelitian kami adalah           :
1.      Mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertanaman tanaman, khususnya tanaman jagung.
2.      Mengetahui perbedaan yang terjadi pada tanaman jagung akibat intensitas cahaya yang berbeda.
3.      Mengetahui penyebab tanaman jagung yang mendapatkan cahaya matahari mengalami perbedaan dengan tanaman jagung yang tidak mendapatkan cahaya matahari.

D.    Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian kami adalah    :
1.      Mengetahui cara menanam tanaman jagung yang baik dan benar.
2.      Mengetahui intensitas cahaya yang baik dalam menanam tanaman jagung.
3.      Mengetahui seberapa besar pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman jagung.

E.     Ruang Lingkup Penelitian
1.      Jenis penelitian            :           Komparatif (membandingkan)
2.      Subjek penelitian         :           Intensitas cahaya matahari
3.      Objek penelitian          :           Tanaman jagung
4.      Lokasi penelitian         :           Lingkungan SMAN 1 Purworejo
5.      Waktu penelitian         :           22 Juli 2011 s.d. 4 Agustus 2011



BAB II
LANDASAN TEORI
A.    Landasan Teori
a.       Pengertian Perkecambahan
Merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan embrio. Hasil perkecambahan ini adalah munculnya tumbuhan kecil dari dalam biji. Perubahan embrio saat perkecambahan umumnya adalah radikula (calon akar) tumbuh dan berkembang menjadi akar, selanjutnya plimula tumbuh dan berkembang menjadi batang dan daun.
Berdasarkan letak kotiledon pada saat perkecambahan, dikenal dua macam tipe perkecambahan, yaitu:
1.      Perkecambahan epigeal, merupakan pemtumbuhan memanjang dari hipokotil (sumbu embrio bagian bawah kotiledon) yang menyebabkan plumula dan kotiledon terdorong ke permukaan tanah.
2.      Perkecambahan hypogeal, dimana pertumbuhan memanjang dari epikotil (sumbu embrio bagian atas kotiledon) yang menyebabkan plumula (pucuk embrio) keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah, tetapi kotiledon tetap berada di dalam tanah.
b.      Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible, yaitu tidak dapat kembali ke semula.
c.       Faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dibedakan menjadi dua, yaitu factor dalam dan factor luar. Berikut penjabaran mengenai factor luar dan factor dalam.
1.      Faktor Dalam
a)      Gen, adalah pembawa sifat keturunan atau hereditas.
b)      Hormon, adalah suatu senyawa organik yang dibuat pada suatu bagian tumbuhan dan kemudian diangkut ke bagian lain, yang dengan konsentrasi rendah menyebabkan suatu dampak fisiologis. Peran hormon adalah merangsang pertumbuhan, pembelahan sel, pemanjangan sel, dan ada yang mengahambat pertumbuhan. Contoh hormon pada tumbuhan; oksin, geberelin, sitokinin, asam absisat, etilen, asam traumatin, dan kalin.
2.      Faktor Luar
a)      Nutien dan air, nutrien dan zat makanan terdiri dari unsur-unsur atau senyawa kimia. Nutrient yang diperlukan merupakan sumber energi dan sumber materi untuk sintesis berbagai komponen sel yang diperlukan selama pertumbuhan. Air dibutuhkan tumbuhan sebagai pelarut bagi kebanyakan reaksi dalam tubuh tumbuhan dan sebagai medium reaksi enzimatis.
b)      Cahaya, selain berpengaruh dalam proses fotosintesios cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan setiap organ dan keseluruhan tumbuhan.Cahaya khususnya cahaya matahari merupakan sumber energy yang sangat penting untuk melaksanakan proses fotosintesis. Tanpa adanya cahaya, tumbuhan hijau tidak akan melakukan fotosintesis, sehingga tak mungkin mampu bertahan hidup untuk jangka waktu yang lama. Respon tumbuhan terhadap lama penyinaran dan intensitas cahaya disebut fotoperiodisme.
c)      Suhu udara, suhu berpengaruh terhadap kerja enzim, sehingga suhu juga berpengaruh terhadap fisiologi tumbuhan. Suhu yang baik atau ideal yang diperlukan tumbuhan sehingga pertumbuhan dan perkambangan berlangsung baik disebut suhu optimum (10º C - 38ºC). Umumnya tumbuhan tidak dapat tumbuh di bawah suhu 0ºC dan di atas 40ºC. Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan menghambat proses pertumbuhan dna perkembangan.
d)     Oksigen, berpengaruh terhadap pertumbuhan bagian tanaman di atas tanah maupun pertumbuhan akar yang berada di dalam tanah.
e)      Kelembapan, kelembapan udara mempengaruhi proses penguapan air yang berhubungan dengan penyerapan nutrien. Penguapan air akan meningkat apabila kelembapan rendah, akibatnya tumbuhan dapat menyerap banyak nutrien. Keadaan ini memacu pertumbuhan tanaman.

B.     Hipotesis
Hipotesis tentang penelitian ini adalah bahwa tanaman jagung yang diberi cahaya matahari cukup pertumbuhannya akan lebih  baik dan normal dibanding dengan tanaman jagung yang tidak dikenai cahaya matahari atau yang bidebri cahaya lampu.



















BAB III
METODOLOGI PENELITIAN



A.    Metode Penelitian
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan cara membandingkan tanaman jagung yang diberi cahaya matahari cukup dan tanaman jagung yang tidak diberi cahaya matahari, dan juga menggunakan metode kuantitatif dengan cara merata-rata perubahan pertumbuhan tanaman dari hari ke hari.

B.     Populasi dan Sampel Penelitian
Polulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh tanaman jagung.
Sampel pada penelitian ini adalah sepuluh tanaman jagung yang ditanam di bawah cahata matahari, sepuluh tanaman jagung yang ditanam tanpa cahaya matahari, dan sepuluh tanaman jagung yang ditanam di bawah cahaya lampu.

C.    Variabal Penelitian
1.      Variabel bebas : variabel bebas adalah variabel yang digunakan untuk menyatakan hal yang masih bersifat umum. Dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa variabel bebasnya adalah intensitas cahaya.
2.      Variabel terikat: variabel terikat adalah suatu variabel dalam bentuk yang lebih spesifik. Dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa variabel terikatnya adalah kecepatan pertumbuhan tanaman jagung.
3.      Variabel control: variabel kontrol adalah variabel yang mempengaruhi variabel terikat selain variabel bebas. Dalam penelitian ini, variabel kontrolnya adalah kualitas dari bibit tanaman jagung, air, suhu, cahaya, kadar oksigen dan hama.
D.    Metode Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi. Teknik obseravasi dilakukan dengan mengamati pertumbuhan tanaman jagung yang diberi tiga perlakuan berbeda tentang intensitas cahaya yang diberikan.

E.     Teknik Analisis Data
Analisis data adalah tindak lanjut kegiatan peneliti sesudah penelitian data.
Penelitian ini berdasarkan suatu langkah analisis data untuk mendapatkan kesimpulan dari rumusan masalah dengan metode observasi penanaman tanaman jagung. Adapun beberapa langkah yang akan dilakukan oleh penulis adalah:
1.      Tahap persiapan:
a.       Melakukan penyeleksian terhadap bibit tanaman jagung.
b.      Mempersiapkan tanah bermuhus sebanyak tiga puluh kantong palstik sebagai media tanam.
c.       Mempersiapkan tempat penyimpanan untuk sampel yang mendapat tiga perlakuan tadi (siapkan lapu warna kuning sebesar 5 Watt untuk memberi cahaya pada sampel yang diberi perlakuan disinari cahaya lampu).
2.      Tahap penanaman dan penelitian:
a.       Rendam biji jagung yang sudah dipilih.
b.      Tanam biji jagung 1,5 cm di dalam media tanam.
c.       Siram  tanaman setiap hari dan lakukan pengamatan serta pengukuran dalam 2 hari sekali selama 2 minggu.
3.      Tahap penulisan laporan
Penulisan laporan dilakukan setelah penelitian. Penulisan laporan disertai dengan data satistik dan tabel.

F.     Instrument Penelitian
Instrumen penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah:
1.      Alat tulis
2.      Alat dan bahan tanam (sekop, tanah, plastik tanam, bibit jagung, air)
3.      Media internet.






































BAB IV
PEMBAHASAN


A.    Table Penelitian
Tanaman dengan cahaya matahari:

Tanaman
27 Juli
29 Juli
31 Juli
2 Agustus
3 Agustus
1
5,50
11,50
18,50
23,00
27,00
2
5,00
11,00
17,50
22,00
29,00
3
5,00
10,50
16,00
23,00
28,50
4
4,00
11,00
17,50
22,50
27,50
5
5,00
10,50
16,00
20,50
26,00
6
6,00
12,50
19,00
23,00
29,00
7
5,00
11,50
17,00
23,50
28,50
8
4,00
7,50
16,50
22,00
28,00
9
4,50
10,00
14,50
19,00
25,00
10
4,00
7,00
14,00
18,00
23,00
Rata-rata
4,80
10,30
16,65
21,65
27,15
Rata-rata/ 2 hari
4,80
5,50
6,35
5,00
5,50

Tanaman dengan cahaya lampu:

Tanaman
27 Juli
29 Juli
31 Juli
2 Agustus
3 Agustus
1
3,00
8,50
13,00
18,00
21,00
2
5,00
12,00
18,50
23,00
29,00
3
3,50
8,00
12,50
16,00
20,00
4
4,00
7,50
12,00
16,50
21,00
5
4,50
9,00
13,50
18,50
24,00
6
3,00
8,00
10,00
11,50
13,00
7
4,50
6,00
11,00
20,50
29,00
8
3,00
7,00
10,00
13,0
15,00
9
-
0,50
1,50
4,50
8,00
10
-
-
1,00
9,00
16,00
Rata-rata
3,05
6,65
10,30
14,05
19,60
Rata-rata/ 2 hari
3,05
3,60
3,65
3,75
5,55

Tanaman tanpa diberi cahaya:

Tanaman
27 Juli
29 Juli
31 Juli
2 Agustus
3 Agustus
1
7,00
13,50
22,00
27,00
33,00
2
6,50
13,00
21,50
27,00
32,00
3
7,00
13,50
21,00
26,50
32,50
4
6,00
12,50
22,00
27,00
32,00
5
6,50
13,00
21,50
26,50
31,50
6
5,00
12,50
21,00
26,50
31,00
7
5,50
12,00
19,50
25,00
32,00
8
5,50
12,00
18,00
25,50
31,00
9
6,00
12,50
17,00
26,00
31,50
10
5,50
11,00
17,50
24,00
30,00
Rata-rata
5,55
12,55
20,10
26,10
32,55
Rata-rata/ 2 hari
5,55
7,00
7,55
6,00
6,45


B.     Pembahasan
A.    Diberi Perlakuan dengan Cahaya Matahari
Pada tanaman jagung yang di tanam di bawah cahaya matahari tampak pertumbuhan yang sedang, tidak terlalu cepat tapi juga tidak lambat. Warna daunnya hijau, batang dan akarnya lebih kokoh. Hingga penelitian selama 10 hari daun yang sudah mulai membuka rata-rata 2-3 helaian panjang. Serat daun lebih kuat sehingga daun tidak melengkung ke tanah. Hal itu disebabkan oleh cahaya yang telah menguraikan hormon auksin disekitar batang tumbuhan jagung. Karena hormon auksin terurai, maka pertumbuhan tanaman terhambat, sehingga disesuaikan dengan pertumbuhan akar yang masih labil. Akar tanaman yang labil tidak akan bisa menopang batang tanaman jagung yang terus meninggi karena tidak terkontrolnya hormon auksin. Dengan adanya cahaya, pertumbuhan batang akan terkontrol dan tumbuhan akan tumbuh dengan normal. Warna daun dan batang pada tumbuhan jagung yang terkena sinar matahari hijau segar. Fakta tersebut menunjukan bahwa klorofil pada daun aktif dalam melakukan fotolisis (reaksi terang, merupakan tahap awal dari proses fotosintesis). Dengan aktifnya klorofil pada daun, klorofil dapat menyerap atau menangkap cahaya dengan baik, sehingga proses anabolisme
B.     Diberi Perlakuan dengan Cahaya Lampu
Pada tanaman jagung yang hanya diberi cahaya lampu pertumbuhannya sedikit terhambat. Terlihat dari batang yang lemas dan akar yang pertumbuhannya tidak sekuat akar dengan cahaya matahari. Warna batang dan daun juga terluhat pucat, tidak hijau seperti jagung yang diberi cahaya matahari. Pada bagian ujung yang lebih dekat dengan sinar lampu batangnya tumbuh lebih kuat dan cepat, namun ujung daunnya layu karena panas dari lampu yang tidak sesuai dengan kondisi tanaman jagung. Tanaman jagung yang lebih jauh dari lampu pertumbuhannya lebih lambat. Bentuk keseluruhan sampel tanaman jagung jadi menyerupai susunan genting yang miring. Semakin jauh dari sinar lampu tanaman makin pendek, dan yang paling dekat dengan lampu yang paling panjang. Pertumbuhan tanaman jagung ke arah sinar lampu karena pengaruh auksin pada tumbuhan. Batang jagung yang terkena cahaya mamiliki auksin lebih sedikit, karena auksin mengalami kerusakan jika terkena cahaya. Bagian batang yang tidak terkena cahaya mempunyai lebih banyak auksin sehingga tumbuh lebih panjang daripada bagian yang terkena cahaya. Akibatnya, batang membelok menuju arah datangnya cahaya, yaitu cahaya lampu.
C.     Diberi Perlakuan dengan Tanpa Cahaya
Tanaman jagung yang diletakkan pada tempat gelap pertumbuhannya sangat cepat. Ini karena pengaruh hormon auksin, dimana hormon ini tidak rusak karena tidak terkena cahaya. Namun tanaman jagung yang tidak terkena sinar, baik sinar matahari atau lampu, pertumbuhan akar, batang dan daunnya sangat rapuh dan warnanya putih kekuningan. Tanaman jagung yang tidak diberi cahaya keadaan tanahnya lebih lembap dan basah, banyak tumbuh jamur dan hewan kecil seperti semut. Akar, batang, dan daunnya tumbuh tidak terkontrol, menjalar ke segala arah. Hal ini karena tidak ada sumber cahaya, karena pada dasarnya tumbuhan tumbuh ke arah datangnya cahaya seperti yang telah dijelaskan di atas.

C.    Pembahasan secara Umum
Pada proses perkecambahan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu perkecambahan hypogeal dan epigeal.
Pada tanaman jagung yang kami teliti dapat diketahui bahwa tanaman jagung mengalami perkecambahan hypogeal, dimana pertumbuhan memanjang dari epikotil (sumbu embrio bagian atas kotiledon) yang menyebabkan plumula (pucuk embrio) keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah, tetapi kotiledon tetap berada di dalam tanah.
Tanaman jagung yang diletakkan pada tempat gelap pertumbuhannya lebih cepat karena auksin tidak rusak akibat terkana sinar, namun lebih lemah dan tidak teratur arah pertumbuhannya. Selain itu tanaman jagung yang diletakkan di tempat gelap snagat rentan mengalami kegagalan, karena tempat lembap yang banyak disukai organisme yang kurang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman jagung. Juga keadaan yang lembap membuat intensitas air tinggi sehingga akar tanaman jagung rawan busuk.
Tanaman jagung yang ditanam di tempat terang dan terkena sinar matahari pertumbuhannya tidak terlalu cepat, tapi tumbuh dengan baik. Akar, batang dan daunnya kokoh. Laju kerja auksin dan sitokinin seimbang, dimana sitokinin merangsang pembelahan sel dan memacu perkembangan kloroplas dan pembentukan klorofil, hal ini membuat proses forosintesis yang diperlukan tumbuhan untuk hidup berjalan lancar. Hormon sitokinin juga menghambat efek dominasi apikla oleh auksin. Tanaman jagung yang ditanam di tempat dengan intensitas cahaya cukup lebih terhindar dari organisme merugikan, karena kelembapan tanah dan udara tidak terlalu tinggi.

























BAB V
PENUTUP


A.    Simpulan
Dari penelitian yang kami lakukan dapat disimpulkan bahwa tanaman jagung mengalami perkecambahan hypogeal.
Tanaman jagung yang mendapat intensitas cahaya cukup pertumbuhannya lebih lambat dari yang ditempatkan di tempat gelap, tapi lebih sehat dan kokoh.
Tanaman jagung yang ditempatkan di tempat gelap pertumbuhannya lebih cepat tapi arahnya tidak terkontrol dan bagian-bagiannya mudah patah. Tanaman jagung yang diberi cahaya lampu pertumbuhannya hampir sama seperti yang diberi cahaya matahari, tapi kondisi akar, batang dan daunnya tidak sekokoh tanaman jagung yang diberi cahaya matahari. 
DAFTAR PUSTAKA

Syamsuri, Istamar, dkk .2007 . Biologi untuk SMA Kelas XII Semester 1 . Jakarta : Erlangga.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar